MATERI PELAJARAN BAHASA INDONESIA
KELAS VII
CIRI – CIRI
PARAGRAF :
1.
Diawali Dengan
Huruf Besar
2.
Terdiri Dari
Benerapa Kalimat
3. Meliki Kalimat Utama
4.
Memiliki Alenia
KETRAMPILAN BERBAHASA ADA 4 YAITU :
1.
Mendengarkan
2.
Membaca
3.
Menulis
4.
Berbicara
MACAM – MACAM KARYA SASTRA :
1.
Puisi
2.
Drama
3.
Prosa
LAPORAN HASIL
OBSERVASI
LHO = Laporan Hasil Observasi
Struktur Laporan Hasil Observasi Adalah unsur –
unsur dalam laporan hasil observasi yang terdiri atas : definisi umum yang
menjadi pembukaan,deskripsi bagian yang menjadi isi,dan deskripsi manfaat yang
menjadi penutup.
![]() |
|
Pelabelan yakni
mengenali gambar dan kata yang kamu lihat.Mendeskripsikan yakni menyangkut
bentuk,warna,dan kegunaan.
MEMAHAMI UNSUR
KEBAHASAAN
Terdapat beberapa unsur kebahasaan
yakni berupa rujukan kata,konjungsi,kata berimbuhan,dan kelompok kata
MEWAWANCARAI ORANG TUA
ATAU SAUDARA
Pada materi ini wawancara yang
dilakukan adalah wawancara untuka mewawancarai orang tua atau saudara yang
mempunyai hawan peliharaan.Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
mewawancarai orang tua atau saudara yang mem[inyai hewan peliharaan adalah
sebagai berikut :
1.
Definisi hewan
peliharaan
2. Nama pemilik hewan
3. Hewan peliharaan yang dimiliki
4. Deskripsi hewan peliharaan itu
5. Desripsi cara pemeliharaannya
6.
Kegunaan hewan
peliharaan bagi pemiliknya
KALIMAT
TUNGGAL
Kalimat tunggal adalah kalimat yang
terdiri dari satu pola atau klausa.
Contoh : Dina bermain boneka dikamar.
S P O K
S P O K
MACAM POLA KALIMAT TUNGGAL
1. S-P : Finta makan
S P
2. S-P-O : Hakan memakai kaca mata
S P O K
3. S-P-O-K : Dina bermain boneka dikamar
S P O K
4. S-P-K : Gabriel belajar dirumah
S P K
5. S-P-PELENGKAP : Bukuku bergambar bunga
S P PEL
1. S-P : Finta makan
S P
2. S-P-O : Hakan memakai kaca mata
S P O K
3. S-P-O-K : Dina bermain boneka dikamar
S P O K
4. S-P-K : Gabriel belajar dirumah
S P K
5. S-P-PELENGKAP : Bukuku bergambar bunga
S P PEL
Pelengkap berfungsi untuk : menjelaskan predikat
Catatan :
Kata kerja “AUS”adalah kata kerja yang dapat berdiri
sendiri walaupun tanpa imbuhan.
Ciri – ciri kalimat aktif :
1.
Subyek melakukan pekerjaan
2.
Predikat menggunakan imbuhan –me dan
–ber
3.
Obyek dikenai pekerjaan
4.
Predikat dapat menggunakan kata
kerja “AUS”
Ciri – ciri kalimat pasif :
1.
Subyek dikenai pekerjaan
2. Predikat menggunakan imbuahan –di
dan –ter
3.Obyek
melakukan pekerjaan
Contoh :
1.K.A. : Hakhan memakai
kacamata
S P O
K.P. : Kacamata dipakai
Hakhan
S P O
S P O
2.K.A. : Dina bermain boneka di
kamar
S P O K
K.P. : Boneka
dimainkan Dina di kamar
S P O K
K.P. : Di
kamar boneka dimainkan Dina
K S P O
KALIMAT MAJEMUK
Kalimat majemuk adalah gabungan dari dua kalimat
tunggal atau lebih.
Macam
– macam kalimat majemuk
11. Kalimat
majemuk setara ( KMS )
2.
Kalimat majemuk bertingkat ( KMB )
3. Kalimat
majemuk campuran ( KMC )
Kalimat
majemuk setara adalah gabungan dari dua klausa / kalimat yang memiliki derajat
yang sama .
Sub
ordinat yang digunakan dalam KMS adalah
dan,atau,tetapi,lalu,kemudian,melainkan,sedangkan.
Contoh
KMS :
11. K.T.
:Ani bermain boneka
S P
O
K.T. : Andi bermain
bola
S P O
KMS : Ani bermain boneka
dan Andi bola
S P O
SO S O
2.K.T.
: Hakhan memanjat pohon
S P O
K.T. : Hakhan memakan
buah
S P O
KMS : Hakhan memanjat
pohon lalu memakan buah
S P O SO
P O
Kalimat
majemuk bertingkat ( tak setara ) adalah kalimat yang hubungan antara unsur –
unsurnya atau klausanya tidak sederajat.
Salah
satu unsurnya menduduki jabatan induk kalimat sedangkan unsur yang lain sebagai
anak kalimat.Sub Ordinat yang digunakan KMB yaitu :
sejak,sewaktu,ketiga...,jika,kalau,apabila...,andaikan,andaikata.
Contoh
KMB :
1. Hampir
semua penumpang tertidur
Anak kalimat
2.Manakala bus sampai di kota Bandung
SO Induk kalimat
Kalimat
majemuk campuran adalah gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat
majemuk bertingkat.Kalimat majemuk campuran sekurang – kurangnya terdapat tiga
inti kalimat atau klausa.
Contoh
KMS :
Pekerjaan
itu telah selesai ketika kakak datang dang ibu selesai bekerja.
Klausa
utama : Pekerjaan itu
telah selesai.
Klausa
bawahan : a. Kakak datang.
b. Ibu selesai bekerja.
MEMAHAMI UNSUR KEBAHASAAN YANG MEMBUAT UTUK SEBUAH
PARAGRAF
Unsur
kebahasaan yang membuat utuh sebuah paragraf.Unsur kebahasaan itu ditandai
dengan adanya pengulangan ( repetisi ), kata ganti ( Pronomina ) ,dan kata
hubung ( transisi ). Pengulangan adalah mengulang kata kunci yang ada di dalam
teks. Kata ganti dipakai untuk menghindari pengulangan, seperti Rina kata
gantiny, ia atau dia. Kata transisi adalah kata – kata dalam bahasa Indonesia
yang menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lain diantaranya : oleh karena
itu, dengan demikian,di samping itu.
Sebagai contoh ,berikut ini dikemukakan
beberapa kalimat yang menjadis arana pendukung keutuhan itu. Kamu diminta
mengisi unsur kebahasaan seperti itu berdasarkan teks itu.
Contoh
:
1. Ikan
tuna merupakan ikan yang sangat bergizi,dagingnya tebal
dan gurih.Ikan ini banyak dikonsumsi
masyarakat ( pengulangan /repetisi)
. 2.
Edo
siswa
kelas 3 SMP berprestasi.Dia sangat
yakin dapat masuk SMA unggulan tahun depan.(kata ganti)
3.Dokter
mengatakan bahwa saya menderita anemia.Oleh
karena itu,saya harus mengkonsumsi banyak makanan yang sehat. (kata
penghubung transisi).
SMP NEGERI 1 YOSOWILANGUN
